Sejarah
Perjalanan Penuh Berkah
Sejarah Pesantren Sam'an
Sejarah Sam’an Netra Mulia Berkah bermula dari fase pra pesantren, ketika pada 1 Januari 2014 didirikan sebuah lembaga pendidikan dan sosial bernama Sam’an Institute. Gerakan ini lahir dari inisiatif Ust. Ridwan Effendi melalui metode pembelajaran Bahasa Arab yang dikenal sebagai metode Sam’an. Dari sebuah metode sederhana, inisiatif ini berkembang menjadi gerakan yang lebih luas di bidang pendidikan dan pemberdayaan, yang kemudian dinaungi secara formal oleh Yayasan Sam’an Netra Mulia. Dalam perjalanannya, berbagai program telah dijalankan, seperti Majelis Ta’lim Sam’an, Training of Trainer untuk pengajar Al-Qur’an Braille melalui Akademi Barisan Sam’an, hingga memfasilitasi penyandang tunanetra untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Kabupaten Bandung.
Memasuki fase pesantren, pada Juli 2018 yayasan ini mendirikan Pesantren Tahfidz Tunanetra Sam’an Darushudur. Seiring dengan perkembangan tersebut, nama lembaga berubah menjadi Yayasan Sam’an Netra Mulia Berkah sebagai payung hukum resmi pesantren. Pesantren ini memiliki visi mencetak hafidz dan dai tunanetra yang berkarakter Qurani serta mandiri. Lokasinya berada di Kampung Sekegawir, Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, menjadi tempat tumbuhnya para santri yang tidak hanya kuat secara hafalan, tetapi juga siap berkontribusi di masyarakat.
Dalam fase transformasi, lembaga ini menunjukkan dampak nyata dengan membantu puluhan santri tunanetra, melahirkan hafidz Al-Qur’an 30 juz, serta mengantarkan beberapa santri ke jenjang perguruan tinggi. Pada akhir tahun 2023, terjadi transformasi penting melalui kolaborasi dengan Cinta Quran Foundation, yang kemudian melahirkan identitas baru sebagai Sam’an Cinta Quran. Transformasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak dan memperkuat ekosistem pendidikan Qurani bagi tunanetra.
Perjalanan ini terus berlanjut dengan langkah besar berikutnya. Pada Desember 2024, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri pertama di Indonesia. Pesantren ini berlokasi di Komplek Setiabudi Regency, Desa Cigugur, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pesantren Sam’an dan Cinta Quran Foundation, menjadi simbol komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan akses pendidikan Al-Qur’an yang inklusif dan bermartabat bagi para muslimah tunanetra di Indonesia.